Jumat, 18 September 2015

Teori Kepemimpinan

9:20 PM

A.    Pengertian Kepemimpinan
             Kepemimpinan adalah kemampuan mempengaruhi aktivitas orang lain melalui komunikasi, baik individual maupun kelompok, ke arah pencapaian tujuan.[1]
             Kepemimpinan merupakan sifat dari pemimpin dalam memikul tanggung jawabnya atas seluruh pelaksanaan wewenang yang telah didelegasikan orang-orang yang dipimpinnya, kepemimpinan adalah bentuk-bentuk konkret dari jiwa pemimpin, salah satu dari bentuk konkret itu adalah sifat terampil dan berwibawa serta cerdas dalam mempengaruhi orang lain untuk melaksanakan tugas yang merupakan cita-cita dan tujuan yang ingin diraih oleh pemimpin.
             Prajudi Atmosudirdjo dalam Ngalim Purwanto mengatakan bahwa kepemimpinan adalah kepribadian (personality) seseorang yang mendatangkan keinginan pada kelompok orang untuk mencontoh atau mengikutinya, atau yang memancarkan  suatu pengaruh tertentu, suatu kekuatan atau wibawa, yang demikian rupa sehingga membuat sekelompok orang bersedia untuk melakukan apa yang dihendakinya.[2]
             Stephen P. Robbins mengatakan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan mempengaruhi suatu kelompok ke arah pencapaian (tujuan). Pendapat ini memandang semua anggota kelompok/organisasi sebagai suatu kesatuan, sehingga kepemimpinan diberi makna sebagai kemampuan mempengaruhi semua anggota kelompok/organisasi agar bersedia melakukan kegiatan untuk mencapai tujuan kelompok/organisasi.
             Robert Kreither dan Angelo Kinicki menyatakan bahwa kepemimpinan adalah upaya mempengaruhi anggota untuk mencapai tujuan organisasi secara sukarela, menekankan kemampuan pemimpin yang tidak memaksa dalam menggerakkan anggota organisasi agar melakukan pekerjaan/kegiatan yang terarah pada tujuan organisasi.
             Sondang P. Siagian mengatakan kepemimpinan merupakan inti manajemen yakni sebagai motor penggerak bagi sumber-sumber dan alat-alat dalam organisasi, sukses atau tidaknya suatu organisasi mencapai tujuan yang telah ditetapkan tergantung atas cara-cara pemimpin yang dipraktikkan orang-orang atasan (pemimpin-pemimpin) itu.
Unsur-unsur utama sebagai esensi kepemimpinan, unsur-unsur itu adalah:
a.       Unsur pemimpin atau orang yang mempengaruhi
b.      Unsur orang yang dipimpin sebagai pihak yang dipengaruhi
c.       Unsur interaksi atau kegiatan/usaha dan proses mempengaruhi
d.      Unsur tujuan yang hendak dicapai dalam proses mempengaruhi
e.       Unsur perilaku kegiatan yang dilakukan sebagai hasil mempengaruhi.[3]
B.     Fungsi Kepemimpinan
       Menurut M. Karjadi, seorang pemimpin itu harus mempunyai beberapa macam fungsi yang harus dilaksanskan seperti:
a.       Fungsi Perencanaan
Oleh karena pekerjaan seorang pemimpin itu terdiri dari banyak tindakan-tindakan yang berlainan dan berubah-ubah, maka guna kelanjutan kegiatan-kegiatan itu ia harus membuat perencanaan, yang terus-menerus, bukan saja perencanaan yang menyeluruh bagi organisasinya, tetapi juga rencana bagi diri sendiri selaku pemimpin dan penanggung jawab berhasilnya seluruh pekerjaan.
b.      Fungsi Memandang ke Depan
Pemimpin harus senantiasa memandang ke depan, seorang pemimpin harus memiliki pemikiran dan pengelihatan yang mampu meneropong apa yang akan terjadi dan kemampuan untuk melihat ke depan segala kemungkinan yang akan terjadi.
c.       Fungsi Pengembangan loyalitas
Dalam hal ini pengembangan loyalitas atau kesetiaan para pembantu dan pengikut kepada pemimpin dan organisasi, bahkan hal ini merupakan tanggung jawab yang tidak kecil. Seorang pemimpin harus mampu menciptakan rasa cinta, rasa hormat, dan kepercayaan kepada organisasinya, kelompok dan pemimpin serta tugas dan pekerjaannya.
d.      Fungsi Perencanaan Terhadap Pelaksanaan Rencana
Fungsi kepemimpinan selain membuat rencana juga mengawasi apakah betul-betul rencana itu dilaksanakan sebagaimana mestinya sampai tercapainya tujuan yang telah ditentukan. Pengawasan ini harus dibulatkan rencana tersendiri, sehingga segala sesuatu dapat berjalan lancar dan tidak akan ada hal-hal yang sampai dilupakan.
e.       Fungsi Mengambil Keputusan
Dalam pengambilan keputusan itu harus sesuai dengan luas serta besarnya organisasi, wilayah dan masalah, harus diperhatikan metode dan teknik tertentu supaya tidak saja dapat di ambil keputusan yang tepat atau memuaskan, melainkan dengan lancar dan cepat.
f.       Fungsi Memberi Anugerah
Sebagai pemimpin haru senantiasa aktif mengawasi dan juga penuh perhatian terhadap  segala kegiatan para anggotanya dalam organisasi yang dipimpinnya. Dan juga dapat membesarkan hati para anggotanya yang rajin dan giat dalam bekerja.[4]
C.     Teori-teori Kepemimpinan
G.R Terry dalam Veitsal Rivai dalam bukunya Principles of Management
mengemukakan 8 (delapan) teori kepemimpinan sebagai berikut:
1.      Teori Otokratis (The Autocratic Theory)
Kepemimpinan menurut teori ini didasarkan atas perintah-perintah, pemaksaan dan tindakan yang agak arbitrer dalam hubungan antara pemimpin dan pihak bawahan. Pemimpin cenderung mencurahkan perhatian sepenuhnya kepada pekerjaan, ia melaksanakan pengawasan seketat mungkin dengan maksud agar pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan rencana. Pemimpin otokratis menggunakan perintah-perintah yang biasanya diperkuat dengan sanksi-sanksi, dan disiplin adalah faktor yang terpenting.
2.      Teori Psikologis (The Psychologic Theory)
Pendekatan ini menyatakan bahwa fungsi seorang pemimpin adalah mengembangkan system motivasi terbaik. Pemimpin merangsang bawahannya untuk bekerja ke arah pencapaian sasaran-sasaran organisatoris maupun untuk memenuhi tujuan-tujuan pribadi mereka. Kepemimpinan yang memotivasi sangat memperhatikan hal-hal seperti pengakuan (recognizing), kepastian emosional dan kesempatan untuk memperhatikan keinginan dan kebutuhannya.
3.      Teori Sosiologis (The Sosiologic Theory)
Teori ini menganggap bahwa kepemimpinan terdiri dari usaha-usaha yang melancarkan aktivitas para pemimpin dan yang berusaha untuk menyelesaikan setiap konflik organisatoris antar para pengikutnya.


4.      Teori Supportif (The Supportive Theory)
Pada teori ini, pihak pemimpin beranggapan bahwa para pengikutnya ingin berusaha sebaik-baiknya dan bahwa ia dapat memimpin dengan sebaiknya melalui tindakan membantu usaha-usaha mereka. Untuk maksud itu, pihak pemimpin menciptakan suatu lingkungan kerja yang membantu mempertebal keinginan pada setiap pengikut untuk melaksanakan pekerjaan sebaik mungkin, bekerjasama dengan pihak lain, serta mengembangkan skillnya dan keinginannya sendiri.
5.      Teori Laissez Faire (The Laissez – Faire Theory)
Berdasarkan teori ini seorang pemimpin memberikan kebebasan seluas-luasnya kepada para pengikutnya dalam hal menentukan aktivitas mereka. Pendekatan ini merupakan kebalikan langsung dari teori otokratis.
6.      Teori Perilaku Pribadi (The Personal – Behaviour Theory)
Kepemimpinan dapat pula dipelajari berdasarkan kualitas-kualitas pribadi ataupun pola-pola kelakuan para pemimpin. Pendekatan ini melakukan apa yang dilakukan oleh pemimpin pada ssaat memimpin. Slah satu sumbangsih penting teori ini menyatakan bahwa seorang pemimpin tidak berkelakuan sama ataupun melakukan tindakan-tindakan identik dalam setiap situasi yang dihadapi olehnya.
7.      Teori Sifat
Menurut Veitzal Rivai merupakan teori yang berusaha untuk mengidentifikasi karakteristik khas (fisik, mental, kepribadian) yang dikaitkan dengan keberhasilan kepemimpinan. Teori ini menekankan pada atribut-atribut pribadi dari para pemimpin. Teori ini menyatakan bahwa keberhasilan manajemen disebabkan karena memiliki kemampuan-kemampuan luar biasa dari seorang pemimpin.
8.      Teori situasi
Pendekatan ini menerangkan kepemimpinan yang menyatakan bahwa harus terdapat fleksibilitas dalam kepemimpinan untuk menyesuaikan diri dengan berbagai macam situasi.[5]
D.    Sifat-sifat Kepemimpinan
             George R. Terry dalam bukunya “Principles of Managemen”, menuliskan sepuluh sifat kepemimpinan yang unggul, yaitu:
1.      Kekuatan
Kekuatan badaniah dan rohaniyah merupakan syarat pokok bagi pemimpin yang harus bekerja lama dan berat pada waktu-waktu  yang lama serta tidak teratur, dan di tengah-tengah situasi-situasi yang sering tidak menentu.
2.      Stabilitas emosi
Pemimpin yang baik itu pemimpin yang memiliki emosi yang stabil.
3.      Pengetahuan tentang relasi insane
Pemimpin diharapkan memiliki pengetahuan tentang sifat, watak dan perilaku anggota kelompoknya, agar ia bisa menilai kelebihan dan kelemahan dari pengikutnya, yang disesuaikan dengan tugas-tugas atau pekerjaan yang akan diberikan pada masing-masing individu.  
4.      Kejujuran
Pemimpin yang baik itu harus memiliki kejujuran yang tinggi yaitu: jujur pada diri sendiri dan pada orang lain.
5.      Objektif
Pertimbangan pemimpin itu harus berdasarkan hati nurani yang bersih, supaya objektif.
6.      Dorongan pribadi
Keinginan dan kesediaan untuk menjadi pemimpin itu harus muncul dari dalam hati sanubari sendiri. Dukungan dari luar akan memperkuat hasrat sendiri untuk memberikan pelayanan dan pengabdian diri kepada kepentingan orang banyak.
7.      Keterampilan berkomunikasi
Pemimpin diharapkan mahir dalam menulis dan berbicara, selain itu juga harus mudah menangkap maksud orang lain, cepat menangkap esensi pernyataan orang luar, mudah memahamimaksud para anggotanya. Juga pandai mengkoordinasikan macam-macam sumber tenaga manusia, dan mahir dalam mengintegrasikan berbagai opini serta aliran yang berbeda-beda untuk mencapai kerukunan dan keseimbangan.
8.      Kemampuan mengajar
Pemimpin yang baik itu diharapkan juga menjadi guru yang baik. Yang dituju adalah agar para pengikutnya bisa mandiri, mau memberikan loyalitas, dan partisipasinya.
9.      Keterampilan social
Dalam hal ini, pemimpin harus bersikap ramah, terbuka, dan mudah dalam menjalin persahabatan berdasarkan rasa saling percaya-mempercayai. Selain itu, juga harus menghargai pendapat orang lain, untuk bisa memupuk kerja sama yang baik dalam suasana rukun dan damai.
10.  Kecakapan teknis atau kecakapan material
Pemimpin harus superior dalam satu atau beberapa kamahiran teknis tertentu. Juga memiliki kemahiran manajerial untuk membuat rencana, mengelola, menganalisa dan memperbaiki situasi yang tidak mapan.
E.     Syarat-syarat Kepemimpinan
       Syarat melakukan kepemimpinan ini mengandung arti bahwa pemimpin mengetahui dirinya sebagai seorang yang dapat dan memenuhi keinginan-keinginan dari kelompok, membantu dalam kondisi –kondisi kerja yang diinginkan, membantu mencapaikan tujuan-tujuan yang realistis, dan mendorong kelangsungan hidup dan pengaruh kelompok.
Syarat-syarat kepemimpinan yaitu meliputi:
1.      Sebuah organisasi membantu tercapainya kepemimpinan.
2.      Peran pemimpin dalam organisasi dirumuskan dengan jelas.
Penerimaan peran pemimpin oleh pemimpin dan mereka yang langsung di atas dan dibawahnya dalam struktur organisasi.[6]
F.      Gaya kepemimpinan
Gaya kepemimpinan merupakan suatu pola perilaku seseorang pemimpin yang khas pada saat mempengeruhi anak buahnya, apa yang dipilih pemimpin untuk di kerjakan, cara pemimpin bertindak dalam mempengaruhi anggota kelompok membentuk gaya kepemimpinannya. Untuk memahami gaya kepemimpinan, sedikitnya dapat dikaji dari tiga pendekatan utama yaitu,
1.      Pendekatan sifat
Pendekatan sifat mencoba menerangkan sifat-sifat yang membuat seseorang berhasil. Pendekatan ini bertolak dari asumsi bahwa individu merupakan pusat kepemimpinan.kepemimpinan di pandang sebagai sesuatu yang mengandung banyak unsur individu, terutama pada sifat-sifat individu
2.      Pendekatan Perilaku
Studi ini memfokuskan dan mengidentikasi perilaku yang khas dari pemimpin dalam kegiatannya mempengaruhi orang lain(pengikut). Pendekatan perilaku kepemimpinan banyak membahas keefektifan gaya kepemimpinan yang di jalankan oleh pemimpin.
3.        Pendekatan Situasional
Pendekatan Situasional hampir sama dengan pendekatan perilaku, keduanya menyoroti perilaku kepemimpinan dalam situasi tertatntu. Dalam hal ini kepemimpinan lebih merupakan fungsi situasi dari pada sebagai kualitas pribadi, dan merupakan suatu kualitas yang timbul karena interaksi orang-orang dalam situasi tertentu.

G.    Aplikasi dalam Pendidikan
             Dalam hubungannya dengan pendidikan, ketiga macam pendekatan diatas sangat diperlukan. Ketiganya merupakan variabel pokok yang dapat mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan dalam kepemimpinan pendidikan. Pendekatan sifat, sangat diperlukan dalam kepemimpinan pendidikan, mengingat bahwa kepala sekolah dan guru-guru ataupun para pendidik lainnya perlu memiliki sifat-sifat yang baik yang sesuai dengan norma-norma yang dituntut oleh pendidikan. Sebagai pendidik (guru) dan pendidik lainnya diharapkan dapat memberikan contoh perilaku yang baik kepada anak didiknya, kepala sekolah dituntut agar memiliki sifat-sifat yang baik untuk dapat memberikanbimbingan dan sekaligus memberi contoh kepada guru-guru dan para siswanya.
Pendekatan perilaku merupakan konsep kepemimpinan yang sesuai dengan prinsip-prinsip pendidik. Tidak seorangpun akan mengingkari bahwa salah satu fungsi pendidikan adalah mengubah tingkah laku, apakah itu tingkah laku siswa ataupun tingkah laku subjek didik lainnya. Setiap pendidik dalam melakukan tugasnya perlu memperhatikan dan menyesuaikan diri dengan subjek didiknya, baik perilaku sebagai individu maupun perilaku kelompok.
Pendekatan situasional dalam kepemimpinan pendidikan tidak pula kalah pentingnya. Para pemimpin pendidikan, termasuk kepala sekolah dan guru-guru, perlu menyadari bahwa setiap lembaga pendidikan memiliki situasi yang berbeda-beda sehingga memerlukan perilaku kepemimpinan yang berbeda-beda pula. Setiap guru yang berpengalam akan mengetahui bahwa setiap kelas memiliki semangat dan suasana yang berlainan. Dengan demikian diperlukan cara pelayanan dan cara mengajar yang bervariasi.[7]
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Kepemimpinan adalah kemampuan mempengaruhi aktivitas orang lain melalui komunikasi, baik individual maupun kelompok, ke arah pencapaian tujuan.
Unsur-unsur utama sebagai esensi kepemimpinan, unsur-unsur itu adalah:
a.       Unsur pemimpin atau orang yang mempengaruhi
b.      Unsur orang yang dipimpin sebagai pihak yang dipengaruhi
c.       Unsur interaksi atau kegiatan/usaha dan proses mempengaruhi
d.      Unsur tujuan yang hendak dicapai dalam proses mempengaruhi
e.       Unsur perilaku kegiatan yang dilakukan sebagai hasil mempengaruhi.

Menurut M. Karjadi, seorang pemimpin itu harus mempunyai beberapa macam fungsi yang harus dilaksanskan seperti:
a.       Fungsi Perencanaan
b.      Fungsi Memandang ke Depan
c.       Fungsi Pengembangan loyalitas
d.      Fungsi Perencanaan Terhadap Pelaksanaan Rencana
e.       Fungsi Mengambil Keputusan
f.       Fungsi Memberi Anugerah

Teori-teori Kepemimpinan
G.R Terry dalam Veitsal Rivai dalam bukunya Principles of Management
mengemukakan 8 (delapan) teori kepemimpinan sebagai berikut:
1.      Teori Otokratis (The Autocratic Theory)
2.      Teori Psikologis (The Psychologic Theory)
3.      Teori Sosiologis (The Sosiologic Theory)
4.      Teori Supportif (The Supportive Theory)
5.      Teori Laissez Faire (The Laissez – Faire Theory)
6.      Teori Perilaku Pribadi (The Personal – Behaviour Theory)
7.      Teori Sifat
8.      Teori situasi

Sifat-sifat Kepemimpinan
                   George R. Terry dalam bukunya “Principles of Managemen”, menuliskan sepuluh sifat kepemimpinan yang unggul, yaitu:
1.      Kekuatan
2.      Stabilitas emosi
3.      Pengetahuan tentang relasi insane           
4.      Kejujuran
5.      Objektif
6.      Dorongan pribadi
7.      Keterampilan berkomunikasi
8.      Kemampuan mengajar
9.      Keterampilan social
10.  Kecakapan teknis atau kecakapan material
Gaya kepemimpinan
1.      Pendekatan sifat
2.      Pendekatan Perilaku
3.      Pendekatan Situasional



[1] Pandji Anoraga, Manajemen Bisnis, cet. Kedua, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2000), hlm. 182.
[2] Hikmat, Manajemen Pendidikan, (Bandung: CV. PUSTAKA SETIA, 2011) hlm. 249-251.
[3] Abdul Aziz Wahab, Anatomi Organisasi dan Kepemimpinan Pendidikan, (Jakarta: Alfabeta, 2008). Hlm. 81-83.
[4] Y.W. Sunidhina dan Ninik Widiyanti, Kepemimpinan Dalam Masyarakat Modern, Cet ke-2, (Jakata: PT Rineka Cipta), hlm. 181-184.
[5]Musfirotun Yusuf, Manajemen Pendidikan: Sebuah Pengantar, (Pekalongan: STAIN Pekalongan Press, 2008),hlm. 114-121.
       [6] Y.W. Sunidhina dan Ninik Widiyanti, Kepemimpinan Dalam Masyarakat Modern, Cet ke-2, (Jakata: PT Rineka Cipta), hlm. 93
[7] Musfirotun Yusuf, Op Cit, hlm. 125-126.

Written by

We are Creative Blogger Theme Wavers which provides user friendly, effective and easy to use themes. Each support has free and providing HD support screen casting.

0 komentar:

Posting Komentar

 

© 2013 Kumpulan Makalah. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top